Pesantren Modern Mr.Bob – Hewan juga makhluk Allah. Banyak dari kita menyayangi hewan peliharaan, tetapi belum semua paham bahwa merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita tunaikan dengan penuh tanggung jawab di hadapan Allah. Mari kita pelajari dalilnya bersama.
Pohon Bidara dalam Islam yang Disebut dalam Al-Qur’an dan Hadis
Islam dan Kepedulian terhadap Hewan
Islam tidak mengabaikan hewan. Al-Qur’an menyebut bahwa hewan juga merupakan umat seperti manusia, sehingga memperlakukan mereka dengan baik menjadi bagian dari akhlak seorang mukmin, dan ayat berikut menegaskannya. Bacalah dengan tenang.
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Wa maa min daabbatin fil-ardhi wa laa thaa’irin yathiiru bi janaahaihi illaa umamun amtsaalukum, maa farrathnaa fil-kitaabi min syai’, tsumma ilaa rabbihim yuhsyaruun.
Artinya: Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan merekalah mereka dikumpulkan. (QS. Al-An’am: 38)
Perhatikan frasa umat-umat seperti kamu. Sebagian ulama tafsir memahaminya sebagai isyarat bahwa hewan memiliki kehidupan dan kebutuhan yang diatur oleh Allah, sehingga merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita pandang dengan serius. Rincian tafsirnya dapat kamu telaah di kitab tafsir.
Hadis tentang Kasih Sayang Rasulullah kepada Hewan
Teladan terbaik datang dari Rasulullah. Beliau mengajarkan bahwa berbuat baik kepada makhluk hidup, termasuk memberi minum hewan yang kehausan, akan diganjar pahala oleh Allah, sebagaimana sabda beliau berikut ini. Mari kita baca teksnya.
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Fii kulli kabidin ratbatin ajr.
Artinya: Pada setiap makhluk yang memiliki hati yang basah (yang hidup) terdapat pahala.
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, No. 2363
Kata kabid berarti hati. Maksudnya setiap makhluk yang hidup, sehingga memberi makan dan minum hewan adalah ibadah, dan inilah salah satu alasan merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita jaga setiap hari. Kebaikan sekecil apa pun tidak luput dari catatan Allah.
Merawat Hewan Peliharaan Merupakan Kewajiban yang Harus Dipahami Setiap Muslim
Rahmat adalah inti ajaran Islam. Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan seluruh alam itu mencakup manusia, hewan, serta lingkungan yang kita tinggali, sehingga pemilik hewan ikut memikul amanah tersebut. Ayatnya berikut ini.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil-‘aalamiin.
Artinya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. Al-Anbiya: 107)
Banyak ulama menjelaskan bahwa merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh siapa pun yang memilikinya, karena hewan itu berada dalam tanggungannya. Ia tidak boleh dibiarkan lapar, haus, atau sakit tanpa pertolongan. Bagaimana contoh nyatanya dalam hadis?
Kisah Wanita yang Masuk Neraka karena Menyiksa Kucing
Kisah ini sangat menggetarkan. Rasulullah menceritakan seorang wanita yang disiksa karena kucing yang ia kurung tanpa memberinya makan dan minum, sebagaimana tertulis dalam hadis berikut yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar. Bacalah dengan saksama.
عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
‘Udzdzibat imra’atun fii hirratin habasat-haa hattaa maatat, fa dakhalat fiihan-naar, laa hiya ath’amat-haa wa laa saqat-haa idz habasat-haa, wa laa hiya tarakat-haa ta’kulu min khasyaasyil-ardh.
Artinya: Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang ia kurung sampai mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula membiarkannya memakan serangga-serangga di bumi.
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Riyad as-Salihin, No. 1600
Dosanya terletak pada penelantaran. Ia mengurung kucing itu, tidak memberinya makan, dan tidak melepasnya mencari makan sendiri, sehingga jelas bahwa merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pemiliknya. Hadis ini menjadi peringatan keras bagi kita semua.
Pelajaran dari Kisah Tersebut bagi Pemilik Hewan Peliharaan
Pelajarannya sangat jelas. Siapa pun yang mengurung atau memelihara hewan wajib memenuhi kebutuhan pokoknya, yaitu makan, minum, dan tempat yang layak, sebab merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus terpenuhi sejak hewan itu tinggal di rumah kita. Itulah inti pesan hadis tadi.
Hal ini mudah kita terapkan. Periksa air minum dan makanan hewanmu setiap hari, jaga kebersihan kandangnya, dan bawa ia ke dokter hewan bila sakit, karena merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus dijalankan secara konsisten. Jangan menunggu hewan itu menderita dulu.
Batasan dan Adab dalam Memelihara Hewan Menurut Islam
Islam juga mengatur batasannya. Dalam hadis berikut, Rasulullah menyebut bahwa Allah mewajibkan ihsan pada segala sesuatu, dan prinsip ini menjadi pedoman adab kita terhadap hewan, baik yang dipelihara maupun yang disembelih. Mari kita simak.
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Innallaaha kataba al-ihsaana ‘alaa kulli syai’in, fa idzaa qataltum fa ahsinul-qitlah, wa idzaa dzabahtum fa ahsinudz-dzibhah, wal-yuhidda ahadukum syafratahu, wal-yurih dzabiihatah.
Artinya: Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) pada segala sesuatu. Apabila kalian membunuh, baguskanlah cara membunuh, dan apabila kalian menyembelih, baguskanlah cara menyembelih. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.
Diriwayatkan Sunan an-Nasa’i 4405
Adab ini punya banyak turunan. Kita tidak boleh menyiksa hewan, membebaninya melebihi kemampuannya, atau membiarkannya menderita, dan itu bagian dari alasan merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus disertai kelembutan. Rincian hukum tiap kasus sebaiknya kamu tanyakan kepada ustadz.
Dampak Positif Merawat Hewan bagi Karakter Seorang Muslim
Merawat hewan membentuk karakter. Orang yang terbiasa menyayangi makhluk yang lemah akan lebih mudah bersikap lembut kepada sesama manusia, dan inilah akhlak mulia yang Allah puji pada Nabi-Nya dalam ayat berikut. Bacalah dengan tenang.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim.
Artinya: Dan sungguh, engkau (Nabi Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam: 4)
Akhlak tidak lahir dalam semalam. Ketika kita rutin memberi makan, membersihkan kandang, dan menemani hewan yang sakit, kesabaran serta rasa tanggung jawab kita ikut terlatih, sehingga merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita lihat sebagai sarana pendidikan diri. Semoga kita termasuk orang yang berakhlak baik.
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam yang Perlu Dipahami dengan Benar
Kesimpulan
Islam mengajarkan kasih sayang. Dari Surah Al-An’am sampai kisah wanita dan kucing, kita belajar bahwa merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita tunaikan dengan adil dan penuh kelembutan. Semoga bekal ini kita amalkan.
Mulailah dari rumahmu sendiri. Periksa kebutuhan hewan peliharaanmu hari ini, pelajari adabnya dari guru yang terpercaya, dan ingatlah bahwa merawat hewan peliharaan merupakan kewajiban yang harus kita jaga sampai akhir. Semoga Allah meridai usaha kita.
langsung jelajahi artikel lainnya di website Pesantren Modern Mr.BOB. Biar makin
up-to-date, follow Instagram dan TikTok kami. Dan kalau ada yang mau dikonsultasikan, tinggal
hubungi WhatsApp kapan aja.
FAQ
Apakah merawat hewan peliharaan termasuk kewajiban dalam Islam?
Banyak ulama menjelaskan bahwa pemilik hewan wajib memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti makan, minum, dan tempat yang layak. Dalilnya antara lain hadis wanita dan kucing riwayat Al-Bukhari No. 3318 dan Muslim No. 2242. Untuk rincian hukumnya, tanyakan kepada ustadz.
Apa pelajaran dari kisah wanita yang disiksa karena kucing?
Kisah ini mengingatkan bahwa menelantarkan hewan yang kita kurung adalah dosa besar. Kita wajib memberinya makan dan minum atau melepaskannya agar bisa mencari makan sendiri. Pelajaran ini berlaku bagi semua pemilik hewan.
Bolehkah memelihara hewan menurut Islam?
Pada dasarnya boleh selama kebutuhannya terpenuhi dan ia tidak disiksa. Khusus anjing, ulama memiliki rincian hukum yang berbeda sehingga perlu dibahas tersendiri. Tanyakan kepada ustadz bila kamu ragu.
Apa adab terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah?
Rasulullah mengajarkan ihsan pada segala sesuatu, termasuk saat menyembelih hewan, sebagaimana hadis riwayat Muslim No. 1955. Kita juga dianjurkan memberi minum hewan yang kehausan karena pada setiap makhluk hidup ada pahala. Intinya, berlaku lembutlah kepada hewan.