Pesantren Modern Mr.Bob – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam Islam. Tidak sedikit umat Muslim yang mencari tahu amalan di bulan muharram agar dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun Hijriah dengan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah. Keutamaan bulan ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadits Nabi Muhammad SAW. Bahkan para ulama sejak generasi salaf memberikan perhatian khusus terhadap berbagai amalan di bulan muharram karena termasuk bulan haram yang dimuliakan. Oleh sebab itu, memahami amalan yang sesuai tuntunan syariat menjadi langkah penting agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai pahala.
Menurut penjelasan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI dalam kajian tentang Syahrullah atau Bulan Allah, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Sementara itu, NU Online dan Muhammadiyah dalam berbagai kajian keislamannya juga menjelaskan bahwa amalan di bulan muharram hendaknya berlandaskan dalil yang kuat, bukan semata tradisi tanpa dasar. Karena itulah, penting bagi kita untuk mengetahui ibadah apa saja yang dianjurkan serta bagaimana cara melaksanakannya sesuai petunjuk Rasulullah SAW.
Mengapa Bulan Muharram Sangat Istimewa?
Sebelum membahas lebih jauh tentang amalan di bulan muharram, kita perlu memahami mengapa bulan ini begitu dimuliakan. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan haram yang disebut dalam Surah At-Taubah ayat 36. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Layaknya lahan subur yang siap ditanami benih terbaik, Muharram menjadi kesempatan emas untuk memulai tahun dengan memperbaiki hubungan kepada Allah. Semakin baik awal perjalanan seseorang, semakin besar peluang perjalanan tersebut berakhir dengan baik pula.
Sejarah Pembebasan Baitul Maqdis yang Terjadi di Bulan Muharram
Dalil Al-Qur’an Tentang Bulan Haram
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Inna ‘iddatasy syuhuri ‘indallahi itsna ‘asyara syahran fi kitabillahi yauma khalaqas samawati wal ardha minha arba’atun hurum.
Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Ayat ini menjadi dasar utama mengapa amalan di bulan muharram mendapatkan perhatian besar dari para ulama. Sebagai salah satu bulan haram, Muharram memiliki kedudukan khusus yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya.
Keutamaan Muharram Sebagai Syahrullah
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Penyandaran nama bulan kepada Allah menunjukkan kemuliaan yang luar biasa. Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan ini merupakan bentuk penghormatan khusus yang tidak diberikan kepada seluruh bulan. Oleh karena itu, memperbanyak amalan di bulan muharram menjadi salah satu bentuk penghormatan seorang Muslim terhadap waktu yang dimuliakan Allah. Kesempatan ini tidak seharusnya dilewatkan begitu saja.
Puasa Sebagai Amalan Terbaik di Bulan Muharram
Rasulullah SAW bersabda:
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
Afdhalus shiyami ba’da Ramadhana syahrullahil muharram.
Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada Bulan Allah, yaitu Muharram. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi salah satu dasar utama mengapa amalan di bulan muharram yang paling dianjurkan adalah memperbanyak puasa sunnah. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa semakin banyak puasa yang dilakukan pada bulan ini, semakin besar pula peluang memperoleh keutamaan yang dijanjikan Rasulullah SAW.
Puasa Asyura pada Tanggal 10 Muharram
Salah satu amalan di bulan muharram yang paling terkenal adalah puasa Asyura. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dan memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Tidak heran jika para sahabat sangat bersemangat menjalankan ibadah ini. Layaknya seorang pelajar yang mendapatkan kesempatan memperbaiki nilai selama setahun penuh, puasa Asyura menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk memperbaiki catatan amalnya.
Hadits Keutamaan Puasa Asyura
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Shiyamu yaumi ‘asyura ahtasib ‘alallahi an yukaffiras sanatal lati qablah.
Artinya: Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi salah satu motivasi terbesar umat Islam untuk menghidupkan amalan di bulan muharram melalui puasa sunnah.
Puasa Tasu’a pada Tanggal 9 Muharram
Selain puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasu’a yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Tujuannya adalah membedakan praktik ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Kombinasi puasa tanggal 9 dan 10 Muharram menjadi praktik yang paling banyak direkomendasikan oleh para ulama. Dengan menjalankannya, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala puasa tetapi juga mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna. Inilah salah satu bentuk amalan di bulan muharram yang memiliki dasar hadits yang sangat kuat.
Memperbanyak Taubat dan Istighfar
Awal tahun Hijriah menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Sama seperti seseorang yang memeriksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan panjang, seorang Muslim juga perlu memeriksa kondisi spiritualnya sebelum memasuki tahun yang baru. Karena itu, amalan di bulan muharram yang tidak boleh dilupakan adalah memperbanyak taubat dan istighfar. Dengan memohon ampun kepada Allah, hati menjadi lebih tenang dan perjalanan hidup terasa lebih ringan. Banyak ulama menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran untuk memperbaiki diri.
Lafaz Istighfar yang Dianjurkan
سْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya. Dzikir ini sangat dianjurkan untuk memperkuat amalan di bulan muharram sekaligus membersihkan hati dari berbagai kesalahan masa lalu.
Memperbanyak Sedekah kepada Sesama
Para ulama menjelaskan bahwa memperbanyak sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat baik dilakukan sepanjang tahun, termasuk pada Muharram. Sedekah bukan hanya tentang uang, tetapi juga waktu, tenaga, perhatian, dan bantuan kepada sesama. Ketika seseorang bersedekah, ia sedang menanam benih kebaikan yang suatu saat akan kembali dalam bentuk keberkahan. Karena itu, amalan di bulan muharram dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial yang lebih besar kepada lingkungan sekitar. Semakin banyak manfaat yang diberikan kepada orang lain, semakin besar pula nilai ibadah yang diperoleh.
Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang relevan sepanjang zaman. Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an pada Muharram dapat menjadi awal yang baik untuk menjalani tahun Hijriah dengan arah yang lebih jelas. Banyak orang membuat target dunia di awal tahun, tetapi melupakan target spiritual yang jauh lebih penting. Oleh sebab itu, menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat harian termasuk amalan di bulan muharram yang sangat dianjurkan. Sedikit demi sedikit, kebiasaan ini akan membentuk karakter yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.
Menghidupkan Dzikir dan Doa di Bulan Muharram
Selain puasa dan membaca Al-Qur’an, amalan di bulan muharram yang juga sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir dan doa. Dzikir berfungsi menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rajin berdzikir, ia seperti memiliki kompas yang selalu mengarahkan langkahnya menuju kebaikan. Muharram menjadi waktu yang tepat untuk membangun kembali kebiasaan mengingat Allah secara konsisten. Semakin sering seseorang berdzikir, semakin kuat pula ketenangan yang dirasakan dalam kehidupannya.
Dzikir yang Dianjurkan Dibaca
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil ‘azhim.
Artinya: Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kalimat ini sangat dicintai Allah dan ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan amal.
Apakah Ada Doa Khusus Awal Tahun Hijriah?
Banyak masyarakat Muslim mengenal doa awal tahun dan akhir tahun Hijriah. Namun para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menetapkan doa awal tahun tertentu dari Rasulullah SAW. Meski demikian, berdoa memohon kebaikan pada awal tahun tetap diperbolehkan karena doa merupakan ibadah yang dianjurkan kapan saja. Yang perlu diperhatikan adalah tidak meyakini adanya keutamaan khusus yang tidak memiliki dalil kuat. Prinsip ini penting agar amalan di bulan muharram tetap berada dalam koridor sunnah.
Contoh Doa Memohon Kebaikan di Awal Tahun
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذِهِ السَّنَةَ سَنَةَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَهُدًى وَتَقْوَى
Allahummaj’al hadzihis sanata sanata khairin wa barakatin wa hudan wa taqwa.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah tahun ini sebagai tahun yang penuh kebaikan, keberkahan, petunjuk, dan ketakwaan. Doa semacam ini boleh dibaca sebagai bentuk harapan kepada Allah tanpa meyakini adanya tuntunan khusus dari Nabi.
Menjauhi Maksiat pada Bulan Muharram
Jika amal saleh dilipatgandakan nilainya pada bulan haram, maka para ulama juga menjelaskan bahwa kemaksiatan yang dilakukan pada waktu mulia memiliki dampak yang lebih berat. Oleh karena itu, amalan di bulan muharram bukan hanya tentang menambah ibadah, tetapi juga mengurangi dosa. Menjaga lisan dari ghibah, menjaga mata dari hal haram, dan menjaga hati dari iri dengki merupakan bagian penting dari ibadah. Banyak orang fokus pada ibadah tambahan tetapi lupa meninggalkan kebiasaan buruk yang justru merusak pahala. Padahal keduanya harus berjalan beriringan.
Mempererat Silaturahmi dan Hubungan Keluarga
Muharram dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, sahabat, dan tetangga. Dalam banyak hadits, menjaga silaturahmi disebut sebagai amalan yang dapat memperpanjang umur dalam keberkahan dan meluaskan rezeki. Karena itu, amalan di bulan muharram tidak selalu berbentuk ibadah ritual semata. Menghubungi keluarga yang lama tidak ditemui atau meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti juga termasuk amal mulia. Kadang sebuah pesan sederhana mampu memperbaiki hubungan yang renggang selama bertahun-tahun.
Menurut kajian Muhammadiyah tahun 2023 tentang ibadah Muharram sesuai hadits, para ulama menganjurkan agar umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk memperkuat hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama manusia. Pendekatan yang seimbang inilah yang membentuk kualitas keislaman yang utuh. Oleh sebab itu, amalan di bulan muharram hendaknya tidak hanya berfokus pada ibadah individu tetapi juga kontribusi sosial.
Muhasabah Sebagai Awal Perubahan Diri
Muhasabah atau evaluasi diri merupakan amalan yang sangat relevan dilakukan pada awal tahun Hijriah. Seorang Muslim dapat meninjau kembali apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang perlu diperbaiki. Layaknya seorang kapten kapal yang memeriksa arah pelayaran, muhasabah membantu seseorang mengetahui apakah ia masih berada di jalur yang benar. Banyak ulama salaf yang rutin melakukan evaluasi diri setiap hari. Apalagi ketika memasuki tahun baru Hijriah, momentum tersebut menjadi semakin bermakna.
Membuat Target Ibadah Tahunan
Setelah melakukan muhasabah, langkah berikutnya adalah menyusun target ibadah yang realistis. Target tersebut bisa berupa menambah hafalan Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menjaga shalat berjamaah, atau meningkatkan kualitas ibadah malam. Dengan adanya target yang jelas, semangat beribadah menjadi lebih terarah. Inilah salah satu bentuk amalan di bulan muharram yang sering diabaikan padahal memiliki dampak jangka panjang. Perubahan besar biasanya dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Pendapat Ulama Tentang Keutamaan Muharram
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits tentang puasa Muharram menunjukkan keutamaan yang sangat besar dibandingkan bulan-bulan lainnya setelah Ramadan. Sementara Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebut Muharram sebagai pembuka tahun yang ideal untuk memperbanyak amal saleh. Para ulama juga menegaskan bahwa amalan di bulan muharram yang paling kuat dalilnya adalah puasa sunnah, terutama puasa Asyura dan Tasu’a. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya memprioritaskan amalan yang benar-benar memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan akan lebih sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Dalam kajian Kementerian Agama RI tahun 2025 mengenai Syahrullah, dijelaskan bahwa Muharram merupakan momentum spiritual untuk memperbarui komitmen keimanan. Sementara Republika pada tahun 2024 mengulas kembali hadits tentang puasa Asyura yang dapat menjadi sebab dihapusnya dosa setahun yang lalu. Pendapat para ulama dan lembaga keislaman tersebut semakin memperkuat pentingnya menghidupkan amalan di bulan muharram secara benar dan proporsional.
Masuknya Islam ke Indonesia: Jejak Syiar Dakwah Melalui Tradisi Muharram
Kesimpulan
Muharram adalah bulan yang sangat mulia dan penuh peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai amalan di bulan muharram yang memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan Sunnah antara lain puasa Asyura, puasa Tasu’a, memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, memperbanyak istighfar, menjaga silaturahmi, dan melakukan muhasabah diri. Semua amalan tersebut dapat menjadi bekal untuk memulai tahun Hijriah dengan lebih baik. Yang paling penting adalah memastikan setiap ibadah dilakukan berdasarkan ilmu dan tuntunan yang benar. Dengan begitu, Muharram tidak hanya menjadi pergantian kalender, tetapi juga menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bertakwa.
Kalau kamu masih ingin menggali materi dan informasi lain seputar pesantren, langsung jelajahi artikel lainnya di website Pesantren Modern Mr.BOB. Biar makin up-to-date, follow Instagram dan TikTok kami. Dan kalau ada yang mau dikonsultasikan, tinggal hubungi WhatsApp kapan aja.
FAQ Seputar Amalan di Bulan Muharram
Apa amalan paling utama di bulan Muharram?
Amalan yang paling utama adalah memperbanyak puasa sunnah, khususnya puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
Apakah puasa Asyura benar-benar menghapus dosa setahun?
Ya, berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW berharap puasa Asyura menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
Apakah ada doa khusus awal tahun Hijriah?
Tidak terdapat hadits shahih yang menetapkan doa khusus awal tahun. Namun berdoa memohon kebaikan pada awal tahun tetap diperbolehkan.
Mengapa Muharram disebut Bulan Allah?
Karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai Syahrullah atau Bulan Allah dalam hadits riwayat Imam Muslim sebagai bentuk kemuliaan khusus.
Apakah sedekah termasuk amalan Muharram?
Ya, sedekah termasuk amal saleh yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak pada bulan Muharram sebagaimana bulan-bulan mulia lainnya.
Referensi
- Ragam Amalan Sunnah di Bulan Muharram. Lembaga Dakwah. NU Online. 2024.
- Panduan Ibadah Bulan Muharram Sesuai Hadits. Majelis Tarjih. Muhammadiyah. 2023.
- Keutamaan Muharram Sebagai Bulan Allah (Syahrullah). Ditjen Bimas Islam. Kementerian Agama RI. 2025.
- Fikih Doa Awal dan Akhir Tahun. Kajian Hukum Islam. UIN Sunan Gunung Djati. 2022.
- Amalan Ringan yang Menghapus Dosa Setahun Lalu. Redaksi Keislaman. Republika. 2024.
- Shahih Muslim. Kitab Ash-Shiyam. Bab Keutamaan Puasa Muharram dan Puasa Asyura.
- Tafsir Ibnu Katsir. Penjelasan Surah At-Taubah Ayat 36 tentang Empat Bulan Haram.
- Imam An-Nawawi. Syarah Shahih Muslim. Pembahasan Keutamaan Puasa Muharram.
- Ibnu Rajab Al-Hanbali. Lathaif Al-Ma’arif. Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura.